Sabtu, 09 Desember 2017
Pemerataan pembangunan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi harus
menjadi strategis utama pembangunan ekonomi bangsa Indonesia di masa yang
datang. Strategi kebijakan pembangunan tersebut terus dipacu agar masalah ketidakmerataan pembangunan dapat teratasi
dan dapat meningkatkan daya saing menuju kemakmuran.
Berbagai masalah ketimpangan menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia.
Ketimpangan yang terjadi salah satunya dapat dilihat dari pemerataan
pembangunan infrastruktur, lebih khususnya konektivitas antar daerah. Konektivitas
antar daerah menjadi penting karena masih
terdapat sekitar 10,7% penduduk yang di garis kemiskinan dan sekitar 5,6% orang
yang menganggur dan nyaris miskin.
Ketimpangan pembangunan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah
Indonesia khususnya wilayah timur Indonesia dan daerah perbatasan atau terluar
Indonesia. Perbedaan harga yang tinggi di wilayah timur dan barat Indonesia serta
ketimpangan persentase nilai produk domestik regional bruto (PDRB) secara nasional,
khususnya di kawasan timur Indonesia dengan kawasan barat menjadi tantangan
yang perlu diatasi. Dari data yang
dilansir BPS menunjukan PDRB Sulawesi 4,74%, Papua dan papua barat 1,80%, Nusa
Tenggara 1,26% dan Maluku 0,27%. Jumlah tersebut berbeda jauh jika dibandingkan
dengan PDRB dikawasan barat Indonesia. Adapun. PDRB Jawa dan Bali mencapai
58,87%, PDRB Sumatera 23,77% dan PDRB Kalimantan 9,30%.
Pemerataan pembangunan bisa kita lihat dengan perkembangan kawasan
regional, melalui peringkat indeks pembangunan inklusif yang diliris World
Economic Forum (WEF) pada tahun 2017. WEF melihat bahwa negara-negara
berkembang menunjukan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakatnya.
Indonesia menempati peringkat ke-22 indeks pembangunan dari 79 negara
berkembang.
Pemerataan pembangunan adalah jawaban dari masalah ketimpangan,
yang salah satu strateginya yaitu dengan menjamin ketersediaan sarana infrastruktur
yang telah disesuaikan dengan kebutuhan antar daerah sehingga diharapkan nantinya
akan mendorong investasi dan lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Teori ekonomi pembangunan juga menjelaskan
bahwa untuk menciptakan dan meningkatkan kegiatan ekonomi diperlukan sarana
infrastruktur yang memadai. Infrastruktur juga merupakan salah satu penunjang
utama terlaksananya proses pembangunan suatu daerah.
Merujuk pada publikasi World Development Report (World Bank,1994),
infrastruktur mempunyai peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi
dimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi ditemukan di wilayah dengan tingkat
ketersediaan infrastruktur yang memadai.
World Bank (1994) melaporkan bahwa elastisitas PDB (Produk Domestik
Bruto) terhadap infrastruktur disuatu negara adalah antara 0.07 sampai 0,44.
Hal ini artinya dengan kenaikan satu persen pada ketersediaan infrastruktur maka
akan menyebabkan kenaikan PDB sebesar 7% sampai 44% dan ini angka yang
signifikan.
Menurut para ekonom, infrastruktur dipandang sebagai suatu modal
yang bisa memacu pertumbuhan ekonomi nasional karena pembangunan infrastruktur mampu
menciptakan lapangan pekerjaan dan mempunyai multiplier effect kepada pembangunan
nasional dan daerah. Pembangunan infrastruktur yang cepat dan menyebar di
setiap daerah adalah bentuk dari Regional Growth Strategy , yang tujuan
utamanya untuk mengatasi masalah pembangunan yaitu kemiskinan dan kesenjangan,
sekaligus bentuk investasi dalam meningkatan produktivitas dan daya saing.
Percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini terus-menerus
dipacu. Kita perlu mengapresiasi terhadap komitmen pemerintahan Jokowi yang
menjadikan pembangunan infrastuktur sebagai salah satu prioritas nasional yang
terus didorong percepatannya didalam RKP tahun 2017 dan 2018.Hal tersebut juga tercermin dalam paket-paket kebijakan ekonomi
yang hingga sekarang sudah mencapai sebanyak 12 paket kebijakan ekonomi. Percepatan pembangunan infrastruktur khususnya di
wilayah timur Indonesia dan daerah perbatasan atau wilayah terluar Indonesia, tujuan utamanya yaitu untuk pemerataan ekonomi dan menurunkan ketimpangan
ekonomi antar daerah. Percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan
diharapkan dapat meningkatkan ekonomi regional sehingga ekonomi bukan hanya
tumbuh tinggi namun juga merata dan adil.
Melakukan percepatan pembangunan infrastruktur bukanlah tanpa alasan
semata, ahli ekonomi pembangunan yaitu Rosentein-Rodan sejak lama telah mengatakan
pentingnya pembangunan infrastruktur, sebagai pilar pembangunan ekonomi yang
kemudian dikenal dengan nama big-push theory. Sebenarnya pembangunan
infrastruktur khususnya konektivitas juga telah menjadi strategi yang digunakan
untuk menggerakan ekonomi pada zaman dahulu. Daendels membangun jalan dari
Anyer ke Panarukan di Pulau Jawa atau Laksamaan Cheng Ho yang menyinggahi
berbagai Bandar Laut Batavia, Aceh dan Palembang.
Pembangunan infrastruktur di
Indonesia merupakan tantangan besar mengingat jumlah pulau yang lebih dari
17.500 pulau, luas wilayah daratan dan lautan sekitar 5,2 juta kilometer persegi,
jumlah penduduk sekarang lebih dari 250 juta jiwa, serta pertumbuhan populasi dan
ekonomi relatif tinggi sehingga
kebutuhan pembangunan infrastuktur kedepan akan terus meningkat.
Regional Growth Strategy yang
menjadikan wilayah perbatasan dan terluar Indonesia sebagai beranda terdepan dalam
pembangunan infrastruktur. Pada tahun 2017, sebesar 17,8383 Triliun
dialokasikan untuk wilayah perbatasan dan terluar guna mengatasi masalah
kesenjangan antar wilayah di Indonesia. Pembangunan di wilayah perbatasan
berfokus terhadap pembangunan infrastruktur ekonomi seperti jalan, bendungan,
pasar tradisional dan infrastruktur pendukung lainnya.Namun di daerah perbatasan
berfokus pada upaya meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan dan unggul
dari negara tetangga.
Pembangunan infrastruktur di luar
Pulau Jawa pun terus ditingkatkan seperti pembangunan jalan Trans Papua
sepanjang 4.330,07 kilometer (km). Jalan Trans Papua ini adalah proyek yang
sudah lama dijalankan, namun baru dilakukan pergerakannya dalam 2 tahun
terakhir, saat ini jalan Trans Papua telah tersambung sepanjang 3.851,93 km. Demikian
pula dengan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang terus dipacu
akselerasinya, sebagai jaringan jalan tol sepanjang 2.700 km yang menghubungkan
kota-kota di pulau Sumatera, mulai dari Aceh sampai Lampung. Jalan tol ini
dirancang dengan 15 ruas utama dan 9 ruas pendukung, dari Banda Aceh-Medan
sampai Bakaheuni-Terbanggi Besar.
Kemudian pembangunan infrastruktur
laut, Program Tol Laut yang telah direncanakan pada tahun 2014 terus diikuti
dengan dukungan pembangunan infrastruktur, khususnya kawasan Indonesia Timur
guna untuk melancarkan konektivitas antar pulau, sebagaimana konsekuensi
Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga perbedaan harga dapat ditekan dan
pertumbuhan ekonomi lokal dapat meningkat sekaligus membangun kemandirian
ekonomi serta bergeraknya sektor-sektor produktif.
Berbagai cara dilakukan guna memastikan
bahwa pembangunan infrastruktur 3 tahun terakhir ini sesuai dengan target
penyelesaian pembangunan infrastruktur khusunya konektivitas yang selesai
paling lambat pada tahun 2018, untuk itu perlu langkah-langkah yang strategis
dalam mengatasi permasalahan yang nantinya bisa mengganggu kelancaran pembangunan
infrastruktur.
Pemerintahan Jokowi juga telah
mengalokasikan dana pengadaan tanah dalam rangka percepatan proyek-proyek
strategis nasional yang telah ditetapkan pemerintah melalui Badan Layanan Umum
Lembaga Manajemen Aset Negara, dengan adanya alokasi dana khusus untuk
pengadaaan tanah diharapkan hambatan yang terkait pengadaan tanah untuk proyek-proyek
strategis nasional dapat teratasi.
Dengan keterbatasan anggaran negara,
berbagai cara pembiayaan dilakukan oleh pemerintah guna akselerasi pembangunan
infrastruktur dengan memastikan terkait dukungan pembiayaan yang selama ini
menjadi penghambat dapat diatasi, baik yang bersumber pada APBN, Public Private
Partnership dan Kerja sama Pemerintah dengan
Badan Usaha.
Percepatan pengembangan
infrastruktur ini kita berharap seluruh daerah Indonesia semakin terintegrasi
sehingga biaya logistik di Indonesia bisa menurun dan perbedaan harga dapat
ditekan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi.
Seluruh stakeholder dapat
meningkatkan sinerginya untuk mendukung pembelanjaan infrastruktur dan mampu
mendorong sektor-sektor lain untuk ikut tumbuh, seperti infrastruktur energy
dan pangan.
Belanja infrastruktur harus
menekankan pada prinsip efisiensi, dimana memperkecil porsi belanja yang
digunakan untuk persiapan, pengadaan dan lebih memperbesar porsi belanja
pembangunan fisik. Terbatasnya pembiayaan yang dimiliki pemerintah dibandingkan
dengan pembiayaan pembangunan infrastruktur menuntut adanya upaya melibatkan
pihak swasta, sehingga perlu didorong berkembangnya pemerintahan marketer dalam
menfasilitasi hubungan pemerintah dan swasta melalui public-private partnership
mulai dari perumusan, penganggaran hingga penyediaan infrastruktur.
Meningkatnya anggaran pembangunan
infrastruktur pada tahun 2017 dan 2018 diharapkan kementrian atau lembaga
negara dapat mempersiapkan semuanya lebih matang dengan mengedepankan pada
efisiensi dan transparansi. Tentunya kita juga mengharapkan adanya pengendalian
dan pengawasan pembangunan infrastruktur pada implementasinya agar memastikan
percepatan pembangunan bisa sesuai dengan yang direncanakan.
Percepatan pembangunan infrastruktur
ini kita semua berharap masalah pemerataan pembangunan bisa cepat teratasi dan bisa
menggeraknya ekonomi kerakyatan agar mempermudah pertukaran barang dan jasa
atau pulau dan antar wilayah sehingga seluruh wilayah di Indonesia menjadi
bagian penting guna memeratakan pembangunan ke seluruh wilayah Negara Indonesia.
Popular Posts
Blogger templates
Blog Archive
- Desember 2017 (1)
About
-
This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
-
Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
Angga Jahara Farhan
Founder of the websiteAngga jahara farhan
Diberdayakan oleh Blogger.
Ads Top
Infrastruktur Digenjot Menuju Pemerataan Pembangunan
Pemerataan pembangunan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi harus menjadi strategis utama pembangunan ekonomi bangsa Indonesia di masa...
Blog Archive
Cari Blog Ini
Hi, We are Angga jahara farhan /
The place where we write some words
Text Widget
Text Widget
Mengenai Saya
This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.
Hercules Design
@Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Blogger Pages
Blogroll
Hercules Design
@Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Blogger templates
Hercules Design
@Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Popular
Copyright ©
Angga jahara farhan | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com